JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 552,10 juta pada akhir 2011. Angka tersebut melonjak 123% dibandingkan pencapaian ADRO di tahun sebelumnya yang hanya US$ 246,85 juta.
Laporan keuangan Perseroan yang dirilis Rabu (28/3) menunjukkan, meroketnya laba bersih perusahaan batubara ini terjadi karena adanya kenaikan pendapatan usaha tahun lalu yang sebesar 46% menjadi US$ 3,98 miliar. Di 2010 lalu, ADRO hanya mencetak pendapatan sebesar US$ 2,71 miliar.
Kenaikan pendapatan diikuti dengan bertambahnya beban pokok pendapatan dari US$ 1,88 miliar di 2010, menjadi US$ 2,55 miliar pada akhir Desember tahun lalu. Meski begitu, perusahaan masih membukukan laba kotor yang cukup gemuk, yaitu mencapai US$ 1,42 miliar. Jumlah tersebut melejit 71% dibanding tahun sebelumnya yang hanya sejumlah US$ 828,72 juta.
Laba usaha pun ikut melonjak, dari semula US$ 711,49 juta di 2010, menjadi US$ 1,28 miliar pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, kewajiban lancar ADRO naik menjadi US$ 779,20 juta, dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 644,49 juta. Ekuitas pun bertambah dari semula US$ 2,03 miliar di 2010, menjadi US$ 2,44 miliar pada 2011.
Namun seiring banyaknya aksi korporasi yang dilakukan tahun lalu, kas dan setara kas ADRO turun menjadi US$ 558,87 juta pada 2011, dari tahun sebelumnya US$ 607,27 juta.
sumber: www.kontan.co.id






0 komentar:
Posting Komentar